Pages

Wenger Malu Arsenal Dilibas Habis MU

TEMPO Interaktif, LONDON- Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mengaku malu dengan kekalahan telak 2-8 yang ditelan pasukannya dari Manchester United. Meski begitu, pelatih asal Prancis ini membantah bakal mundur dari jabatannya.



Wenger mendapat tekanan luar biasa dalam beberapa pekan terakhir termasuk desakan agar dirinya memutus hubungan kerja dengan Arsenal yang telah dijalaninya selama 15 tahun. Tekanan itu menyusul penampilan buruk The Gunners di lapangan awal musim ini dan penjualan dua pemain bintang, Samir Nasri dan Cesc Fabregas.
Tapi, pelatih paling sukses sepanjang sejarah Arsenal dengan tiga gelar Premier League ini menegaskan dirinya tak punya rencana meninggalkan Emirate Stadium.



“Kita akan merasa dipermalukan saat kita kebobolan delapan gol,” kata Wenger. “Ini hari yang buruk buat kami, ini adalah kombinasi dari tim yang minim kekuatan dan kelemahan. Kami anjlok secara fisik di babak kedua.”



Saat ditanya kemungkinan dirinya mempertimbangkan untuk mengundurkan diri saat jeda internasional break, Wenger menjawab: “Tidak, tidak sama sekali.”



Dengan hanya tiga hari tersisa jelang penutupa jendela transfer musim panas ini, Wenger mendapat tekana besar untuk merekrut sejumlah pemain baru.



“Saya tahu bahwa di Inggris pemain baru selalu menjadi solusi setiap kali kita mengalami kekalahan dalam satu pertandingan,” katanya. “Ada delapan pemain kami yang absen hari ini. Siapa pun akan menderita dengan absennya delapan pemain sekaligus.”



Di pihak lain, pelatih MU, Sir Alex Ferguson, mengaku ikut prihatin dengan situasi yang dihadapi Wenger setelah kekalahan itu. Dan, ia meminta semua pihak untuk tetap menghormati rekan seprofesinya itu.



“Tentu saja saya merasa simpati terhadapnya,” kata Ferguson. “Ia tokoh sepakbola yang hebat. Ia telah melakukan pekerjaan luar biasa buat Arsenal selama 15 tahun. Ia telah memberi tim itu kualitas sepakbola yang tak pernah mereka alami. Ia telah membawa sejumlah pemain menarik ke klub itu. Ia pantas dihormati atas semua itu.”